Tuesday, November 30, 2021

11.750 KM


Suasana di penghujung bulan ke sebelas saat ini benar-benar syahdu. Matahari yang kian hari kian bersembunyi. Gerimis kecil yang selalu bertamu membasahi bumi. Juga rasa dingin yang selalu memenuhi setiap sudut tempat, tak terkecuali di bilikku tercinta.

"Hari ini mendung lagi ya." ucapku sambil menengok ke langit melalui jendela

Untuk sesaat aku mulai teringat padamu. Ya, dirimu yang selalu aku rindukan. Dirimu yang saat ini berjarak 11.750 km jauhnya dari keberadaanku. Lucunya, kita tidak pernah bertemu sekalipun, menyapa saja tidak pernah, mengenal apalagi. Aneh memang tapi itulah kenyataannya. Setiap harinya aku selalu terbayang oleh dirimu. Saat sendiri, saat mendengar nama negaramu disebutkan dalam pemberitaan televisi bahkan di setiap penghujung doa pun namamu tak luput dariku. Aku heran betapa hebatnya dirimu sampai-sampai aku terbuai dan selalu memohon kepada Tuhan untuk menyandingkan dirimu di sampingku suatu hari nanti.

Aku pun masih memandang langit dan mulai mendoakanmu dalam hati

"Tuhan, tolong jaga dia untukku ya. Semoga suatu hari nanti doa-doaku selama ini berubah menjadi kenyataan yang manis. Aku benar-benar bisa bersanding dengannya."

Tak lama gerimis mulai turun seolah mengamini apa yang aku doakan. Senyum pun mulai menghiasi wajahku. Tanpa terasa air mata pun mulai memenuhi pelupuk mata.

"Terima kasih Tuhan. Aku yakin saat itu pasti akan tiba." ucapku lirih sambil menutup jendela karena ternyata gerimis sudah berubah menjadi hujan.

No comments:

Post a Comment