Bulan sabit nampak malu menunjukkan wajahnya
Kelamnya langit mulai mengudara
Dan bisikan angin yang terus menerus menusuk ke telinga
Sudah saatnya aku melalang buana
Menembus malam, membiarkan perasaan indah menguap begitu saja
Aku menari bersama bintang kejora
Tanpa terasa air mata mengalir membasahi pipi
Pikiranku hampa, aku tidak bisa memikirkan apa-apa
Rasa candu untuk terus mengharapkanmu tak lagi terbendung
Harus berapa lama lagi aku hidup seperti ini
Hidup dalam pengharapan yang tak berujung
Aku selalu berdoa kepada Tuhan siang dan malam
Berharap kau ada disini
Mencintaiku
Merindukanku
Memelukku
Sama seperti diriku
Aku terus berjalan dalm mimpi
Membiarkan diriku jatuh dalam angan tentang dirimu
Membiarkan wajahmu terus memenuhi benakku
Membiarkan perasaan hebat ini terus mengisi relung hatiku
Aku terjebak oleh perasaanku sendiri
Tapi aku meyakini satu hal yang pasti
Tuhan tidak pernah tidur
Tuhan selalu mendekapku
Tuhan selalu mendengarkan rintihan tangisku di sudut malam
Aku percaya saat indah itu akan tiba
Jadi, biarkan aku untuk terus berjalan dalam mimpi
Menikmati semua ini, sendiri...
No comments:
Post a Comment